What's New
Tingkat Pendidikan Angkatan Kerja Rendah. 1,21 Juta Pengangguran Putus Asa Cari Kerja
Jakarta (Republika: (07/01/08) Biro Pusat Statistik (BPS) mencatat angka sekitar 1,2 juta pengangguran di Indonesia yang putus asa dalam mencari kerja. Keputusasaan ini membuat mereka tidak ingin mencoba mencari pekerjaan.
Sosiolog Universitas Indonesia, Paulus Wirutomo, Ahad (6/1) mengaku cukup terkejut dengan angka tersebut. Apalagi angka ini menurutnya adalah 11,98 persen dari jumlah pengangguran di Indoesia. ''Data itu memang masih prematur sehingga perlu diperjelas data mereka yang mengatakan tidak akan lagi mencari kerja, misalnya rentang usia, kelas sosial, atau berapa kali mengirimkan lamaran,'' kata Paulus.Meskipun demikian, dia mengatakan, hal itu cukup mengindikasikan bahwa pemerintah harus melakukan upaya untuk mendorong penciptaan lapangan kerja secara swadaya dengan memperbaiki kondisi pendukungnya, seperti masalah pembiayaan yang murah dan mudah.
''Selain itu pemda semestinya memberi perhatian dengan memberi kemudahan izin dan lokasi bagi mereka. Kalau tidak bisa di kaki lima, ya sediakan tempat dong,'' ujarnya. Sedangkan Sekretaris Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Syahrial Loetan menegaskan, pemerintah akan membuktikan bisa bertindak sebagai regulator yang demokratis dengan mendukung semua sektor, termasuk sektor informal yang diharapkan menjadi katup penyelamat ekonomi. ''Pemerintah akan mendukung regulasi dan keamanan sektor informal,'' katanya.
Sedangkan staf ahli Menneg PPN bidang SDM dan Kemiskinan Bambang Widianto mengatakan sektor yang masih memiliki peluang untuk penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar adalah sektor manufaktur, pertanian, dan perkebunan. Menurut Bambang, kesulitan yang dialami pemerintah dalam menyelesaikan masalah pengangguran adalah karena masih rendahnya tingkat pendidikan angkatan kerja di Indonesia, 55 persen di antaranya adalah lulusan SD. ''Hanya 2,7 persen yang merupakan lulusan S1. Jadi kalau Anda lulus S1, itu elit sekali,'' tuturnya. Dia juga berharap peluang kerja yang dihasilkan dari sektor manufaktur dan perkebunan adalah kesempatan kerja yang berkesinambungan, atau bukan pekerjaan yang sementara sifatnya.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, angka pengangguran terbuka pada Agustus 2007 mencapai 10,01 juta orang atau turun sekitar 8,42 persen dari 10,93 juta orang pada Agustus 2006, dan turun 5,08 persen dari 10,55 juta orang pada Februari 2007. Deputi BPS Bidang Statistik Sosial, Arizal Ahnaf, mengatakan, berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2007 pada 278 ribu rumah tangga, jumlah penduduk bekerja pada Agustus 2007 mencapai 99,93 juta atau naik 4,68 persen dari jumlah penduduk bekerja pada Agustus 2006 sebanyak 95,46 juta orang. Angka penduduk bekerja itu naik 2,40 persen dari Februari 2007 sebanyak 97,58 juta orang. ''Tingkat pengangguran terbuka pada Agustus 2007 mencapai 9,11 persen, mengalami penurunan dibandingkan pada Februari 2007 sebesar 9,75 persen, dan Agustus 2006 sebesar 10,28 persen,'' katanya. Sedangkan jumlah angkatan kerja pada Agustus 2007 mencapai 109,94 juta orang, naik 3,33 persen dari jumlah angkatan kerja pada Agustus 2006 (106,39 juta orang) dan naik 1,67 persen dari Februari 2007 (108,13 juta orang). Dari pengangguran terbuka yang terdata, 1,21 juta orang ternyata mengaku telah putus asa karena tidak juga mendapat pekerjaan setelah berulang kali mengirimkan lamaran pekerjaan dan tidak pernah mendapat tanggapan.
Fakta Angka 10,1 juta - angka pengangguran di Indonesia pada Agustus 2007 menurut BPS.
What's New with My Subject?
Kepedulian Anda Keceriaan Mereka

